Peluang Usaha Mandiri

Friday, April 17, 2009

Regresi Linear Berganda (Seri 2 Model Ekonometrik dg SPSS

Tulisan ini merupakan seri ke 2 dari model ekonometrik dengan SPSS. Pada bagian ini kita akan membahas mengenai regresi linear berganda. Model regresi linear berganda adalah model regresi dengan variabel bebas lebih dari satu. Misalnya dalam kasus regresi linear sederhana pada tulisan sebelumnya pada blog ini, kita tambahkan satu variabel lainnya yang mempengaruhi konsumsi selain pendapatan (menurut Teori Keynes) yaitu jumlah anggota keluarga (seperti yang tercantum pada tabel sebelumnya).
Model ekonometrik dalam bentuk fungsi regresi linear bergandanya sebagai berikut:
Yi =β1+β2X2+β3X3+ei
Dimana: Y = konsumsi
X1 = pendapatan
X2 = jumlah anggota rumah tangga
Mengikuti tahapan-tahapan pengolahan data dengan SPSS sebagaimana yang diberikan sebelumnya, didapatkan output sebagai berikut:

Output SPSS tersebut diatas dapat diringkas dalam bentuk sebagai berikut:

Dengan menggunakan nilai P-value dan nilai α tertinggi 10% terlihat bahwa baik pendapatan maupun jumlah anggota rumah memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap konsumsi.
Nilai koefisien X1 sebesar 0,428 berarti bahwa dengan asumsi (dengan menjaga) variabel X2 (jumlah anak) konstan, setiap peningkatan pendapatan sebesar Rp 1 ribu akan meningkatkan konsumsi sebesar Rp 0,428 ribu. Selanjutnya, nilai koefisien X2 sebesar 3,464 berarti bahwa dengan asumsi (dengan menjaga) variabel X1 (pendapatan) konstan, setiap tambahan satu orang anggota rumah tangga akan meningkatkan konsumsi sebesar Rp 3,464 ribu..
Dari nilai P-value F hitung (juga bisa dengan cara membandingkan F hitung dengan F tabel), terlihat bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel X12 berpengaruh sangat signifikan terhadap Y. Selanjutnya, nilai R2 yang sebesar 0,947 menunjukkan bahwa 94,7 persen variasi konsumsi disebabkan oleh pendapatan dan jumlah anggota rumah tangga secara bersama-sama. (Catatan: pergunakan nilai adjusted R2 dan X jika variabel bebas lebih dari dua)



Tulisan Terkait:
Regresi Binary Logit (Seri 6. Model Ekonometrik dg SPSS)
Model Pilihan Kualitatif(Seri 5. Model Ekonometrik dg SPSS)
Bentuk Fungsional Regresi Linear(Seri 4b. Model Ekonometrik dg SPSS)
Bentuk Fungsional Regresi Linear (Seri 4a. Model Ekonometrik dg SPSS)
Regresi dengan Variabel Dummy (Seri 3. Model Ekonometrik dg SPSS)
Regresi Linear Sederhana (Seri 1. Model Ekonometrik dg SPSS)

7 comments:

illiyan said...

saya meu tanya..
Bagaimana melakukan peramalan beberapa tahun kedepan dengan menggunakan SPss
dengan metode regresi linear berganda.
terima kasih

Junaidi said...

Klik Analyze > Time Series > Create Model. Masukkan variabel dependentnya, masukkan variabel independentnya. Kemudian pilih periode forecast dstnya.
Maaf, penjelasan rincinya agak panjang. Dicoba-coba saja dulu. Lain kali, akan dipostingkan secara lengkap

kemal said...

pak saya mau tanya sebenarnya yang mana dulu yang didahulukan apakah uji regresi dulu atau uji asumsi klasik dulu

Junaidi said...

Yang benarnya, uji asumsi klasik dulu. Pengujian regresi (uji t dan uji F) baru valid kalau telah lolos uji asumsi klasik

_MyL!ve_ said...

pak contoh regresi kenapa tidak dalam bentuk keuangan (misalkan : data time series saham dan inflasi).... terimakasih

kadekrisdiana said...

dalam suatu penelitian masing2 variabel yang diuji baik yaitu variabel independen apakah harus signifikan hasilnya? bagaimana jika semua variabel tidak signifikan?apakah tetap layak digunakan dalam suatu penelitian?

Junaidi said...

@kadekrisdiana: Variabel tentunya tidak harus signifikan. Tidak signifikan juga merupakan temuan penelitian, karenanya perlu diberikan justifikasi kenapa tidak signifikan.
Kalau semuanya tidak signifikan ? Berarti modelnya kurang tepat, atau datanya yang kurang tepat.

Post a Comment

 
(c) free template