Peluang Usaha Mandiri

Showing posts with label jurnal. Show all posts
Showing posts with label jurnal. Show all posts

Monday, May 4, 2009

Contoh Aplikasi VECM (Seri 3. Resume Jurnal)

Tulisan ini adalah contoh aplikasi salah satu model regresi yaitu model VECM (Vector Error-Correction Model). Tulisan inidiresume dari: Kollias,C dan Paleologou SM.2006. "Fiscal Policy in the European Union. Tax and spend,spen and tax, fiscal synchronisation or institutional separation?" Journal of Economic Studies. Vol.33 No. 2; 2006

Isu ketidakseimbangan anggaran adalah salah satu tema sentral kebijakan ekonomi di banyak negara dan telah menjadi ukuran konvergensi utama dari perjanjian Maastricht (Maastricth Treaty). Memperbaiki ketidakseimbangan fiskal dan mempertahankan target defisit anggaran merupakan prasyarat untuk ikut dalam tahap akhir EMU (Economic and Monetary Union) di Eropa. Sementara itu, dalam perjanjian SGP (Stability and Growth Pact), negara-negara anggota eurozone berkomitmen untuk mencapai tujuan jangka menengah yaitu ke posisi surplus anggaran atau paling tidak mendekati keseimbangan.
Dalam konteks tersebut, studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan jangka panjang antara penerimaan pajak dan pengeluaran pada 15 anggota Uni Eropa (EU15), yaitu Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Itali, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia dan Inggris. Negara-negara tersebut menunjukkan kinerja fiskal yang cukup bervariasi, dengan berbagai sistem pajak, dan dengan berbagai perbedaan tujuan redistribusi. Selain itu, 12 dari 15 negara tersebut juga ikut dalam perjanjian SGP.
Penelitian ini mengajukan dua hipotesis alternatif hubungan pengeluaran pemerintah dan penerimaan pajak, yaitu keduanya saling berhubungan atau tidak berhubungan. Dalam konteks saling berhubungan, penelitian ini merumuskan tiga hipotesis lanjutan yaitu: pengeluaran dan pajak, pajak dan pengeluaran, serta sinkronisasi fiskal. Hipotesis pajak dan pengeluaran menunjukkan bahwa perubahan dalam penerimaan pajak mengakibatkan perubahan dalam pengeluaran, yang berarti hubungan satu arah dari penerimaan ke pengeluaran pemerintah. Hipotesis pengeluaran dan pajak menunjukkan keputusan pengeluaran mendahului perubahan pajak, yang berarti hubungan satu arah dari pengeluaran pemerintah ke pendapatan. Hipotesis sinkronisasi fiskal menunjukkan keputusan pemerintah antara penerimaan pajak dan pengeluaran dilakukan secara simultan. Ini berarti adanya hubungan dua arah antara dua variabel. Selanjutnya, hipotesis tidak adanya hubungan mengacu ke hipotesis pemisahan kelembagaan. Ini berarti tidak ada hubungan antara keputusan penerimaan dan pengeluaran.
Variabel yang digunakan adalah total pengeluaran dan penerimaan pemerintah, ditambah dengan GDP sebagai variabel kontrol, dengan periode pengamatan adalah 1960-2002, kecuali untuk Luksemburg dan Portugal yang masing-masingnya dimulai dari 1973 dan 1970, dan Spanyol yang dimulai dari 1962. Semua variabel dalam harga berlaku, dan sebelum diestimasi terlebih dahulu ditransformasi secara logaritma. Dalam kasus GDP (y), karena terdapat masalah stasioner untuk ke 15 negara anggota Uni Eropa, di detrend melalui Hodrick-Prescott filter menggunakan parameter lambda (γ) sebagai koefisien smoothing.

λ adalah non-negatif scaler (yakni suatu vektor dengan semua elemen sama dengan λ ≥ 0).
Penelitian ini menggunakan uji standar Augmented Dickey-Fuller (ADF) dan Phillips-Perron (PP) dengan memasukkan konstanta tanpa trend untuk menguji sifat data time seriesnya. Hasil pengujian ADF dan PP pada Tabel 1, menunjukkan bahwa penerimaan pajak (lr), pengeluaran pemerintah (le) dan PDB (ly) adalah I(1).
Selanjutnya berdasarkan uji kointegrasi menggunakan Johansen’s full information maximum likelihood (JML), didapatkan bahwa variabel yang diteliti terkointegrasi dan statistik trace Johansen mengkonfirmasikan bahwa terdapat suatu hubungan kointegrasi antara variabel pada kelimabelas negara angggota uni Eropa.(lihat tabel 2).
Model untuk menguji kausalitas pada masing-masing negara dinyatakan sebagai model koreksi kesalahan (ECM) dan diberikan dalam persamaan (2) dan (3)

dimana SPEit = pengeluaran pemerintah, REVit = penerimaan pemerintah, GDP sebagai variabel kontrol dan cit adalah konstanta. γiZt-1 mengandung γ term kointegrasi, menunjukkan keberadaan hubungan keseimbangan jangka panjang antar variabel. εit adalah error term. Uji kausalitas Granger didasarkan pada apakah koefisien ΔREVt-1, ΔSPEt-1 atau ΔGDPt-1 secara statistik berbeda dari 0 berdasarkan uji F dan koefisien dari ECM juga signifikan
Klik disini untuk melihat Tabel 1 & 2. Uji Akar Unit dan Uji Kointegrasi
Karena variabel yang diteliti memiliki vektor kointegrasi, selanjutnya dilakukan uji kausalitas dengan menggunakan penyelidikan Engle dan Granger (1987). Penentuan panjang lag untuk uji kausalitas Granger menggunakan urutan prosedur Hsiao (1979a,b, 1981). Prosedur ini didasarkan pada definisi kausalitas Granger definisi dan kriteria minimum final prediction error (FPE) Akaike's (1974). Dalam Tabel 3 terlihat adanya hubungan sistematis antara penerimaan pemerintah, pengeluaran pemerintah dan GDP.
Berdasarkan hasil penelitian ini (diringkas dalam tabel 3), perbedaan signifikan dalam proses pengambilan keputusan anggaran terjadi baik di seluruh grup maupun pada sub-group zona Eropa tanpa pola tertentu. Hipotesis sinkronisasi fiskal terlihat dalam kasus Denmark, Yunani, Irlandia, Belanda, Portugal dan Swedia. Hipotesis Buchanan-Wagner (yaitu kausalitas satu arah dari penerimaan ke pengeluaran dengan dampak negatif dari penerimaan terhadap pengeluaran - yang menunjukkan bahwa kenaikan penerimaan akan mengakibatkan penurunan pengeluaran melalui ilusi fiskal), terlihat di Finlandia, Perancis dan Inggris. Bukti kausalitas satu arah dari pengeluaran ke pendapatan juga ditemukan dalam kasus Luksemburg tetapi dampaknya positif, sehingga dalam kasus ini tidak mendukung hipotesa Buchanan-Wagner. Hipotesis pajak dan pengeluaran terlihat di Italia dan Spanyol. Terakhir, hipotesa pemisahan kelembagaan terlihat dalam kasus Austria, Belgia dan Jerman.
Klik disini untuk melihat Tabel 3. Uji Kausalitas Granger
Baca Selengkapnya..

Sunday, May 3, 2009

Pertumbuhan Ekonomi dan Dampaknya terhadap Distribusi Pendapatan (Seri 2. Resume Jurnal)

Diresume dari:
Nissim,Ben-David.2007. "Economic Growth and Its Effect on Income Distribution".Journal of Economic Studies Vol.34 No.1;2007

Tujuan utama dari paper ini adalah mengkaji dampak pertumbuhan ekonomi terhadap mobilitas pekerja dan dampak mobilitas pekerja terhadap distribusi pendapatan. Paper ini memusatkan perhatian pada dampak akumulasi modal terhadap distribusi pendapatan, dalam konteks model over-lapping generation dengan kapital mengacu pada model Diamond (1965). Paper ini kemudian mengembangkan analisis model memasukkan berbagai kategori pekerja, dimana kategori tersebut didasarkan pada kemampuan produksi masing-masing individu.
Model dikembangkan berdasarkan asumsi perekonomian dalam kondisi pasar persaingan sempurna, dimana terdapat banyak perusahaan dan setiap perusahaan menggunakan dua faktor produksi yaitu tenaga kerja dan kapital. Seluruh individu hidup selama dua periode, bekerja selama periode pertama dan pensiun mulai periode kedua. Setiap individu menabung bagian pendapatan yang diperoleh dari periode pertama, dan tabungan termasuk bunganya, membiayai konsumsinya pada periode kedua. Selama masing-masing periode, baik yang orang muda maupun orang tua masih hidup dan tingkat pertumbuhan penduduk sama dengan nol.
Berdasarkan pengembangan model tersebut, paper ini mendapatkan hal-hal berikut:

Persediaan dan Permintaan Kapital.
Dalam setiap generasi, pengusaha muda tidak memiliki kapital dan harus meminjam untuk kebutuhan perusahaan baru mereka. Generasi yang lebih muda meminjam dari generasi yang lebih tua sejumlah kapital yang sama dengan nilai kapital terdepresiasi dari generasi sebe-lumnya ditambah seluruh tabungan dari generasi sebelumnya. Persediaan kapital pada waktu t-1 adalah Kt-1, tingkat depresiasi adalah d, total tabungan generasi sebelumnya adalah generasi St-1, dan It adalah investasi bersih pada periode t. Generasi lebih muda meminjam dari generasi yang lebih tua sejumlah Kt-1(1-d) + St-1 , sehingga persediaan kapital pada waktu t menjadi:


Sumber pembiayaan modal.

Generasi yang lebih muda akan meminjam dari generasi yang lebih tua sejumlah Kt, dan harus membayar mereka selama satu generasi sekarang sejumlah (1 + r)Kt. Generasi yang lebih muda saat ini akan membiayai sebagian pembayaran melalui pinjaman modal terdepresiasi generasi berikutnya (1 - d)Kt dan tabungan St. Generasi yang lebih muda dimasa datang akan membayar generasi muda yang lebih muda saat ini sejumlah:

Generasi yang lebih muda saat ini menerima suatu jumlah tambahan dari:

Jika konsumsi generasi berikutnya adalah (1 – r)St, generasi yang lebih muda saat ini akan menutupi depresiasi (1 + r)dKt, dari produksi mereka saat ini.

Produksi dan Pasar Faktor.
Asumsikan ht adalah jumlah perusahaan yang aktif di pasar pada periode t. Setiap perusahaan memiliki kemampuan produksi yang sama dan satu pengusaha hanya dapat memiliki satu perusahaan. Perusahaan hanya dapat memproduksi satu barang konsumsi. Produksi yang terjadi dalam jangka waktu tertentu mengacu pada suatu “constant return to scale”. Output dari produk satu perusahaan pada waktu t adalah:

Lit untuk i = 1,….,p mewakili jumlah pekerja pada kategori i
Pemilik perusahaan memiliki kategori pekerja p+1, dan didefinisikan Lp+1,t=ht,kt adalah jumlah kapital di setiap perusahaan. Karena fungsi produksi adalah constan return to scale, dengan asumsi keseimbangan jangka panjang dalam pasar produk pada setiap generasi, maka setiap perusahaan akan menggunakan sejumlah kapital optimal yang sama. Jumlah kapital setiap perusahaan adalah kt = Kt/Lp+1,t, di mana jumlah kapital dalam perekonomian adalah Kt. Diasumsikan laju pertumbuhan tenaga kerja = 0. Jika mobilitas tenaga kerja sempurna:

FLit adalah produk marjinal pekerja pada kategori i dan pada periode t
Pendapatan pemilik perusahaan adalah:

Karena teknologi produksi, jumlah kapital dan jumlah pekerja dari setiap kategori adalah sama untuk semua perusahaan, didapatkan bahwa setiap perusahaan menghasilkan jumlah produk yang sama dan pekerja pada yang dipekerjakan pada kategori yang sama dibayar dengan upah yang sama di semua perusahaan. Pendapatan dari semua pemilik perusahaan juga sama.

Konsumsi dan tabungan.
Dalam setiap periode t, dilahirkan pekerja sebanyak Lt=ΣLit . Individu i, yang lahir pada waktu t, dicirikan oleh fungsi utiliti inter-temporal mereka U(C0t,C1t) yang didefinisikan konsumsi non-negatif selama periode pertama dan kedua dari kehidupan mereka. Dimana C0t adalah konsumsi individu i, yang lahir pada periode t, ketika ia masih muda dan C1t adalah konsumsi individu i, yang lahir pada periode t, ketika ia sudah tua. Selama periode pertama kehidupannya, individu yang lahir pada waktu t mensuplai satu unit tenaga kerja inelastis. Pendapatan upah yang dihasilkan dialokasikan antara konsumsi periode pertama C0t dan tabungan S0t . Setiap individu berusaha memaksimalkan utilitasnya dengan kendala anggaran dua periode:

W0tadalah upah individu i yang lahir pada periode t, ketika dia muda; W1t adalah upah invidu i yang lahir pada periode t, ketika dia tua; t adalah tingkat pajak; W1t = 0, karena dia tidak bekerja ketika tua. Untuk penyederhanaan dapat didefinisikan W0t = W1t.
Penyelesaian problem maksimisasi pada (7) dan menggunakan (5) dan (6) akan didapatkan tabungan agregat pada periode t:

Selanjutnya dengan mensubstitusikan (11a) untuk St pada persamaan (1) (dengan transformasi fungsi Kt menjadi Kt+1), didapatkan kapital agregat pada periode t+1:

Keseimbangan stasioner akan ada untuk Kt+1=Kt

Distribusi pendapatan.
Distribusi pendapatan akan berubah pada setiap generasi mengikuti perubahan distribusi pekerja pada berbagai kategori dan perubahan dalam jumlah pemilik perusahaan. Karena asumsi jumlah penduduk tidak berubah dari satu generasi ke yang lainnya, maka setiap pekerja memiliki satu anak dan setiap pemilik perusahaan mendidik anaknya menjadi pemilik perusahaan seperti dirinya dan setiap pekerja mendidik anaknya menjadi pekerja di kategori yang sama seperti dirinya. Dengan kondisi seperti itu, jika jumlah perusahaan tidak berubah, distribusi pekerja dalam berbagai kategori serta distribusi pendapatan tidak akan berubah, tetapi ketika stok modal tumbuh, perusahaan baru akan dibuat. Hal ini disebabkan asumsi bahwa ukuran yang optimal dari masing-masing perusahaan akan tetap konstan di semua generasi dan tidak terjadi perubahan teknologi.
Selanjutnya, dengan asumsi distribusi kemampuan antar penduduk di setiap generasi adalah konstan, maka setiap pekerja mencoba untuk mencari pekerjaan dalam kategori yang sesuai kemampuannya. Namun, kemampuan pekerja tidak selalu tetap, sehingga mereka mungkin sesuai untuk pekerjaan dalam kategori lainnya. Pekerjaan mereka yang ditentukan oleh kemampuan mereka dan ketersediaan lapangan kerja di pasar tenaga kerja. Mengingat karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha yang baik didistribusikan antar populasi, maka pada setiap generasi akan ada mobilitas individu dari kelas pekerja ke kelas pemilik perusahaan. Dalam setiap generasi, jumlah perusahaan dan jumlah pemilik perusahaan ditentukan oleh tingkat modal. Jika terjadi pertumbuhan tingkat modal, maka jumlah perusahaan dan jumlah pemilik perusahaan akan tumbuh.
Karena ukuran populasi adalah konstan, maka jumlah penduduk dalam kelas pekerja akan berkurang. Beberapa pekerja akan naik ke kategori yang lebih baik, mengisi kesenjangan yang terjadi karena perpindahan anggota kelas pekerja ke kelas pemilik perusahaan. Setiap pekerja yang bergerak ke atas dan mengisi kesenjangan akan menyebabkan kesenjangan pada kategori yang ditinggalkannya, yang pada gilirannya, akan diisi oleh seorang pekerja yang berasal dari kategori yang lebih rendah. Maka terlihat bahwa ketika modal tumbuh, dan jumlah pemilik perusahaan tumbuh, akan menyebabkan mobilitas yang mengarah ke pengurangan jumlah pekerja dalam kategori rendah. Pekerja yang meningkat ke kategori yang lebih tinggi, meningkatkan produk marjinal serta pendapatan. Dalam setiap periode waktu, ketika modal tumbuh, maka akan ada perbaikan dalam distribusi pendapatan. Ketika modal mencapai suatu steady state, distribusi pendapatan juga akan steady state.
Paper ini selanjutnya juga memberikan simulasi penerapan model overlapping generation dengan berbagai kategori pekerja tersebut. Dari hasil simulasinya disimpulkan bahwa ketika terjadi peningkatan stok kapital, pekerja akan bergerak (mobil) pada pekerjaan yang lebih baik, pendapatan mereka akan meningkat dan distribusi pendapatan menjadi lebih seimbang.
Baca Selengkapnya..

Hubungan Tabungan-Investasi dlm Periode Perubahan Struktural (Seri 1. Resume Jurnal)

Diresume dari:
Pappetrou,E.2006. "The Saving-Investment Relationship in Periods of Structural Change: The Case of Greece". Journal of Economic Studies. Vol. 33 No.2;2006

Ide awal dari kajian dalam jurnal ini berasal dari studi Feldstein dan Horioka (1980) yang menunjukkan adanya hubungan positif antara ratio investasi/GDP dengan ratio tabungan/GDP. Berdasarkan sampel 16 negara OECD ditemukan bahwa 85 - 95 persen tabungan nasional yang diinvestasikan secara domestik. Mereka mengemukakan bahwa hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan mobilitas kapital jangka panjang yang sangat rendah, karena pada suatu negara dengan tingkat mobilitas kapital yang rendah (sebagai gambaran dari perekonomian tertutup), seluruh tabungan domestik akan digunakan untuk membiayai investasi domestik. Sebaliknya, dalam suatu negara dengan mobilitas kapital yang tinggi, tabungan domestik dapat diinvestasikan keluar negeri, yang menyebabkan tidak ada hubungan tabungan domestik dan tabungan eksternal.
Sebagian besar studi yang menggunakan data empiris data dari AS dan negara-negara industri lainnya memang memperlihatkan adanya hubungan positif antara tabungan dan investasi. Namun, studi-studi tersebut masih mengabaikan fakta bahwa korelasi tabungan dan investasi tergantung pada rejim politik, dan mobilitas kapital internasional berbeda dari waktu ke waktu. Ini dibuktikan oleh beberapa peneliti pada tahun-tahun belakangan ini. Dari data panel dari negara-negara OECD yang berbeda, ditemukan hubungan investasi-tabungan bervariasi antar negara dan dari waktu ke waktu, dan tergantung pada tingkat mobilitas kapital internasional, struktur keuangan antar negara, tingkat pendapatan perkapita dan ukuran negara. Selain itu, beberapa kajian pada data satu negara menemukan tidak adanya hubungan jangka panjang antara tabungan dan investasi ketika unsur perubahan rejim kebijakan utama diperhitungkan dalam model.
Studi dalam jurnal ini dilakukan di Yunani, dengan fokus melihat hubungan dinamis antara tabungan dengan investasi yang diestimasi melalui derajat korelasi tabungan-investasi pada berbagai periode waktu. Derajat korelasi ini diinterpretasikan sebagai koefisien retensi tabungan (saving retention coefficient). Dalam studi ini, estimasi hubungan antar variabel dilakukan melalui empat tahapan. Pertama, pengujian tingkat integrasi dari variabel, dengan menggunakan uji akar unit (unit root). Kedua, pengujian kointegrasi dengan menggunakan estimator Philip dan Hansen (PH). Ketiga, estimasi dan pengujian vector error-correction modeling (VECM). Keempat, estimasi model dengan menggunakan empat metode estimasi error correction model (ECM) yaitu estimasi recursive OLS, rolling OLS, penaksir Kalman filter dan MS-R (Marcov switching regime).
Data yang digunakan adalah data kuartalan negara Yunani untuk periode 1980:Q1 sampai 2003:Q4. Variabel tabungan adalah total tabungan nominal (SAV) yang adalah jumlah tabungan private dan tabungan public. Investasi (INV) adalah total investasi kapital bruto. Keduanya diestimasi sebagai persen dari nominal GDP (INVGDP dan SAVGDP).
Selanjutnya, dari hasil penelitian ditemukan bahwa, berdasarkan uji ADF, PP, KPSS dan Zivot-Andrews terlihat secara statistik variabel investasi dan tabungan terintegrasi satu sama lainnya. Hasil analisis kointegrasi menggunakan metodologi Philips-Hansen juga menunjukkan bahwa kedua variabel signifikan secara statistik dalam vector kointegrasi. Hubungan kointegrasi yang diestimasi sebagai berikut (standar error dalam kurung):

Hubungan yang diestimasi merupakan hubungan jangka panjang dari model antarwaktu pada perekonomian terbuka dengan asumsi mobilitas kapital yang sempurna, dan tidak dapat menggambarkan pengaruh perubahan mobilitas kapital pada berbagai periode waktu tersebut. Untuk menggambarkan perubahan mobilitas kapital, tahap pertama, dilakukan estimasi ECM untuk seluruh periode waktu. Berdasarkan estimasi parameter tersebut terlihat bahwa ECT (yang mengukur disekuilibrium jangka panjang), signifikan secara statistik pada persamaan investasi. Ini menunjukkan bahwa variabel investasi cenderung untuk memulihkan ekuilibrium dan memiliki peran utama dalam setiap guncangan (shock) ekuilibrium tersebut. Uji t untuk ECT menunjukkan, pada level signifikansi 1 %, investasi bukan merupakan variabel eksogen yang lemah (Tabel I, model linear). Namun, metode ini tidak dapat menggambarkan perubahan regim. Ini disebabkan ECT memiliki nilai tetap dari waktu ke waktu berdasarkan rata-rata OLS rejim lama dan rejim baru. Karenanya, koefisien yang diestimasi dianggap sebagai suatu rata-rata dari keseluruhan periode.
Pada tahap berikutnya, model ECM diestimasi dengan menggunakan OLS recursive, rolling OLS (windows=50) dan estimator Kalman filter untuk menggambarkan perubahan struktural yang mempengaruhi koefisien retensi tabungan. Estimasi koefisien ECT ditunjukkan pada gambar 1.
Terdapat beberapa hal penting yang dapat dijelaskan dari gambar 1. Pertama, estimasi koefisien dengan menggunakan metode OLS recursive dan Kalman filter cenderung bergerak bersama-sama. Koefisien pada berbagai waktu yang diestimasi dari rolling regresi cenderung secara absolut menurun terutama setelah 1996. Kedua, koefisien yang diestimasi menurun secara absolut dari waktu ke waktu yang menunjukkan bahwa besaran absolutnya berhubungan terbalik dengan tingkat pembangunan sistem pasar keuangan dan tingkat kebebasan mobilitas kapital. Ketiga, profil waktu dari ECT konsisten dengan hipotesis yang menyatakan ketika tingkat mobilitas kapital tinggi, korelasi tabungan-investasi adalah lemah, karena hubungan semacam ini tidak konsisten dengan integrasi pasar keuangan.
Gambar 1. Estimasi ECT pada Berbagai Periode Waktu


Tabel 1. Hasil Estimasi

Catatan: trend dan tiga lag dari investasi dan saving pada seluruh model merupakan % dari GDP. Angka dalam kurung adalah t-statistik, ** dan *** menunjukkan signifikan pada 5 persen dan 1 persen.

Selanjutnya, tabel 1 menyajikan estimasi ECM menggunakan model MS-R dengan tiga lag. Rejim 1 ditandai oleh sistem perbankan yang sangat diatur. Pasar keuangan sempit dan kecil dan transaksi kurs luar negeri diatur sangat ketat. Selama rejim 2, liberalisasi keuangan dalam proses bertahap. Liberalisasi keuangan secara sempurna selesai pada akhir rejim 2. Rejim 3 ditandai oleh mobilitas kapital yang sempurna. Dari tabel tersebut terlihat bahwa standar error berbeda antar rejim, yang menunjukkan adanya perbedaan korelasi antara dua variabel pada rejim yang berbeda. Koefisien ECT yang diestimasi bernilai negative dan secara statistik signifikan hanya untuk rejim pertama yang memiliki mobilitas kapital rendah. Sebaliknya, untuk rejim 2 dan 3, koefisien yang diestimasi tidak signifikan secara statistik dan semakin mengecil dalam besarannya. Ini menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang antara tabungan dengan investasi menjadi melemah ketika secara bertahap dilakukan deregulasi dalam hal pengontrolan pasar keuangan.
Dari analisis empiris didapat kesimpulan penting mengenai hubungan antara investasi dan tabungan. Pertama, koefisien retensi tabungan lebih tinggi pada mobilitas kapital yang rendah dan menjadi lebih kecil pada liberalisasi pasar keuangan yang disertai mobilitas kapital yang lebih tinggi. Kedua, seluruh metode estimasi menunjukkan bahwa koefisien jangka panjang pada berbagai periode waktu antara investasi dan tabungan menjadi lebih kecil dalam besarannya, jika terdapat liberalisasi keuangan dan mobilitas kapital dalam perekonomian. Penemuan ini konsisten secara umum dengan pandangan bahwa jika koefisien retensi tabungan merupakan indikator mobilitas kapital, maka nilainya harus lebih kecil ketika mobilitas kapital tinggi.
Baca Selengkapnya..
 
(c) free template